Perekonomian Masyarakat Asia

Perekonomian penduduk Asia pada umumnya mengandalkan pertanian, perkebunan, hasil hutan, pertambangan, perindustrian dan jasa. Beberapa negara yang dapat mengandalkan hasil buminya hingga menjadi yang terkemuka di bidangnya  adalah:

  • Arab Saudi, penghasil minyak bumi terbanyak di dunia.
  • Korea Selatan, penghasil gingseng terbanyak di dunia.
  • Malaysia, penghasil timah dan karet terbanyak di dunia.
  • Jepang, penangkap ikan terbanyak sekaligus pengembang dunia industri terpesat di dunia.
  • Republik Rakyat Cina, penghasil beras, tembakau, telur, daging, bijih besi, batu arang dan zinc terbanyak di dunia.
  • Indonesia, penghasil pala, kelapa sawit mentah dan gas alam cair (LNG) terbanyak dunia. Juga merupakan penangkap hiu terbanyak dan pengekspor terumbu karang terbesar dunia.

Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, perekonomian RRC dan India bertumbuh dengan cepat, keduanya mengalami tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata lebih dari 8%. Negara-negara lainnya yang memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi di Asia adalah Malaysia, Indonesia, Pakistan, Thailand, Vietnam, Mongolia, Uzbekistan, Siprus dan Filipina, dan negara lainnya yang kaya akan mineral seperti Kazakhstan, Turkmenistan, Iran, Brunei Darussalam, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain dan Oman.

Sebagian besar negara-negara di Asia tergolong negara berkembang. Hanya sebagian kecil negara-negara Asia tergolong negara maju, seperti Singapura, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Israel, Qatar, Siprus, Kuwait dan Brunei Darussalam.

Kemajuan ekonomi setiap negara juga akan mempengaruhi harapan hidup warga negara (diukur melalui kesehatan dan usia penduduk), pengetahuan (diukur melalui tingkat baca tulis dan jenjang pendidikan) dan indeks PDB (Produk Domestik Bruto). Ketiga hal (harapan hidup, pengetahuan dan indeks PDB) tersebut akan digabungkan dan menghasilkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) yang akan mewakili kemakmuran suatu negara.

Asia juga memiliki beberapa negara dengan IPM sangat tinggi dan tergolong negara maju pada perhitungan tahun 2009, di antaranya:

  • Jepang                         0.960 (▬), peringkat 10 dunia
  • Singapura                    0.944 (▲ 1), peringkat 23 dunia
  • Hongkong                    0.944 (▼ 1), peringkat 24 dunia
  • Korea Selatan              0.937 (▬), peringkat 26 dunia
  • Israel                           0.935 (▲ 1), peringkat 27 dunia
  • Brunei Darussalam     0.920 (▬), peringkat 30 dunia
  • Kuwait                         0.916 (▬), peringkat 31 dunia
  • Siprus                          0.914 (▬), peringkat 32 dunia
  • Qatar                           0.910 (▲ 1), peringkat 33 dunia

Namun terdapat dua Negara Asia yang berada pada zona Negara ber-IPM rendah dan tergolong negara tidak berkembang, seperti:

  • Afghanistan                 0.352 (▬), peringkat 181 dunia
  • Timor-Leste                 0.489 (▬), peringkat 162 dunia

Namun ada pula dua Negara Asia yang memiliki IPM yang sangat tinggi namun tidak diperhitungkan oleh dunia sebab status kedua negara tersebut adalah bukan Negara PBB. Dua Negara tersebut adalah Taiwan (ber-IPM sebesar 0.943 dan peringkat 25 dunia) dan Makau (ber-IPM 0.909 dan peringkat 28 dunia).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s