Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) merupakan suatu forum bagi 21 negara yang berada di Lingkar Pasifik (secara resmi disebut anggota ekonomi) yang berusaha untuk mempromosikan perdagangan bebas dan kerjasama ekonomi di seluruh  daerah Asia-Pasifik. Didirikan pada tahun 1989  untuk menanggapi pertumbuhan yang saling saling bergantungan dalam perekonomian negara-negara Asia-Pasifik dan munculnya blok-blok ekonomi regional (seperti Uni Eropa) di daerah-daerah lain, APEC membangkitkan standard hidup dan tingkat pendidikan secara berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi dan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan menghargai kepentingan bersama di antara negara-negara Asia-Pasifik. Jumlah penduduk negara anggota sekitar 40% populasi dunia, sekitar 54% produk domestik bruto dunia dan sekitar 44% perdagangan dunia. Pertemuan tahunan para pemimpin ekonomi APEC dihadiri oleh para  kepala pemerintahan dari semua anggota APEC, kecuali Republik Cina (Taiwan), yang diwakili atas nama Cina Taipei oleh seorang pejabat setingkat menteri . Tempat diadakannya pertemuan berpindah-pindah setiap tahunnya di seluruh anggota ekonomi, dan hingga pada tahun 2011, diadakannya suatu ‘tradisi’ yang melibatkan para pemimpin yang hadir menggunakan pakaian nasional dimana pertemuan tersebut diadakan.

A.   Latar Belakang

Pada January 1989, Perdana Menteri Australia, Bob Hawke menginginkan kerjasama ekonomi yang lebih efektif di seluruh daerah Lingkar Pasifik. Hal ini melatarbelakangi  pertemuan pertama APEC di ibukota Australia, Canberra pada November, yang diketuai oleh Menteri Luar Negeri Australia, Gareth Evans. Dihadiri oleh para menteri politik dari dua belas negara, pertemuannya disimpulkan  dengan komitmen untuk menghadiri pertemuan tahunan berikutnya di Singapura dan Korea Selatan.

Negara-negara ASEAN menentang proposal awal, bukannya mengusulkan the East Asia Economic Caucus yang akan mengecualikan negara-negara non-Asia seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Rencana ini pernah ditentang dan dengan kuat dikritik oleh Jepang dan Amerika Serikat.

Pertemuan pertama para pemimpin ekonomi APEC diadakan pada tahun 1993 saat presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, setelah berdiskusi dengan Perdana Menteri Australia, Paul Keating, mengundang para kepala pemerintahan dari anggota ekonomi untuk menghadiri suatu konferensi tingkat tinggi di Pulau Blake. Ia yakin bahwa hal ini akan membuat  kemacetan pada pembahasan perdagangan Uruguay Round  kembali pada jalurnya. Pada pertemuan,  beberapa pemimpin meminta untuk dilanjutkannya pengurangan hambatan dalam perdagangan dan penanaman modal, memberikan suatu pandangan kepada suatu komunitas di daerah Asia-Pasifik yang mungkin akan menciptakan kemakmuran dalam kerjasama ini. Sekretariat APEC, yang berbasis di Singapura, didirikan untuk mengkordinasikan aktifitas-aktifitas organisasi.

Selama berlangsungnya pertemuan pada tahun 1994 di Bogor, Indonesia, para pemimpin APEC memakai Bogor Goals yang  bertujuan untuk membebaskan dan membuka perdagangan dan penanaman modal di Asia-Pasifik pada tahun 2010 bagi perekonomian industri dan pada tahun 2020 bagi pengembangan ekonomi. Pada tahun 1995, APEC mendirikan sebuah badan penasihat bisnis  bernama Dewan Penasihat  Bisnis APEC (APEC Business Advisory Council/ABAC), yang terdiri dari tiga eksekutif bisnis dari setiap anggota ekonomi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s